Belum lama berganti kepengurusan, di tubuh PSSI kini kembali terjadi kekisruhan. Bagaimana tidak?adanya dualisme liga di Indonesia ini membuat masyarakat was-was terhadap kepengurusan PSSI yang baru. Belum mencapai 1 tahun kepengurusan saja sudah seperti ini, lalu, apa yang akan terjadi di tahun ini, dan tahun-tahun kedepannya???
Tentu masyarakat berharap masalah yang menghantui sepakbola Indonesia ini dapat segera teratasi. Sehingga,mampu menaikkan kualitas, dan tentunya pamor Indonesia di persepakbolaan dunia. Jangan menjadikan PSSI ini sebagai ajang untuk mencari keuntungan pribadi atau golongan tertentu. Tetapi, jadikan PSSI ini menjadi sebuah wadah bagi Indonesia untuk memajukan prestasi di bidang sepakbola.
Wahai para petinggi-petinggi yang hanya mencari keuntungan pribadi, mulai saat ini, sudah saaatnya redam ego dan individualisme Anda demi kejayaan sepakbola Indonesia!!!
Di tengah prestasi timnas yang sedikit demi sedikit mulai bangkit, justru hal ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk “merusak” citra sepakbola Indonesia. Lihat saja perjuangan timnas senior di piala AFF 2010. Mereka tampil habis-habisan di final hanya untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Ayo berikan penghargaan dan perhatian terhadap mereka! Bukan malah memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Atau lihat perjuangan fantastis pasukan Garuda muda di ajang SEA GAMES XXVI lalu. Gunawan Dwi Cahyo Cs patut diacungi jempol atas penampilannya yang maksimal.
Menurut penulis, sebenarnya Indonesia bisa meraih kejayaan di masa mendatang andai Alfred Riedl tetap menukangi timnas senior, dan Coach RD (Rahmad Darmawan) tetap menjadi nahkoda Garuda Muda. Hal ini bukan bermaksud untuk membela Riedl atau coach RD, tetapi lebih karena tipikal pola permainan yang diusung oleh kedua pelatih ini cocok dimainkan oleh para pemain tim Garuda, sehingga permainan pun enak dipandang mata.
Selain kedua sebab tersebut, hal ini harus didukung oleh integritas yang kuat di tubuh PSSI. Untuk itu, ayo kita bersama-sama, bersatu dan saling mendukung upaya untuk memajukan prestasi sepakbola Indonesia di kancah Internasional. Redam sikap individualis dan keinginan mengejar keuntungan pribadi/golongan, dan satukan pikiran untuk mencari jalan terbaik untuk PSSI. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan FIFA ,PSSI tetap berada dalam masalah “liga” di Indonesia, bukan tidak mungkin nama Indonesia akan “hilang” dari list anggota FIFA.
Siapa yang mau, menyaksikan negeri tetangga mengangkat trophy di negeri kita?? Siapa yang mau, Negara tetangga kembali dikalungi emas di tanah air Indonesia ini ??? masyarakat tentunya berharap yang terbaik. Mau dibawa kemana sepakbola Indonesia???
Rabu, 04 Januari 2012
THE RETURN
Published :
00.12
Author :
Agus Tri Wibowo
Beberapa tahun terakhir ini Liga BBVA (Spanyol) seolah hanya milik 2 tim, yaitu tim ibukota, Real Madrid, dan “tim dari planet lain”, Barcelona. Tim-tim lain kini hanya dianggap sebagai penggembira dan penonton di negaranya sendiri. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan misi sepakbola yang kompetitif, dimana setiap tim berpeluang sama untuk menjuarai suatu kompetisi.
Hal yang sama juga dialami tim-tim di English Premier League(EPL), dan Liga Italia. Di Liga primer, dalam 1 dekade terakhir ini selalu dimenangkan oleh The Big Four. Begitu juga di Italia, sejak munculnya skandal calciopoli, Internazionale Milan selalu menjadi penguasa ranah Italia.
Tetapi, di musim 2011-2012 ini, dominasi tim-tim besar di ketiga liga itu seolah kian luntur. Di Liga BBVA kini muncul tim asal Valencia, yang mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai klub yang layak bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid. Ya, bukan Valencia, Villareal, ataupun Atletico Madrid yang mampu menguasai puncak klasemen hingga jornada ke-7. Ialah Levante,tim kecil asal Valencia yang beberapa tahun ini dominasinya tertutup oleh “Valencia”.
Di liga Primer Inggris, dominasi The Big Four sudah mulai luntur sejak musim lalu. Hal ini terbukti dengan munculnya anggota The Big Four baru, yang mampu menyingkirkan Liverpool sebagai wakil Inggris di Liga Champions Eropa, yaitu Manchester City. Sejak kepemilikan klub berpindah ke tangan taipan asal UEA, The Citizens kini menjelma sebagai klub raksasa dengan para pemain bintangnya. Belanja pemain di awal musim ini bisa dibilang tidak sia-sia. Hal ini terbukti dengan tampilnya mereka di puncak klasemen hingga pekan ke-10 Liga Primer musim (2011-2012) ini. Diawali dengan menjaga rekor kemenangan selama beberapa pekan, diakhiri dengan mengandaskan tetangga mereka, Manchester United dengan skor telak. Tak main-main, MU yang terkesan menyepelekan mereka dibuat kalang kabut menghadang serangan Balotelli cs. Alhasil MU pun ditaklukan dengan skor telak 6-1. Selain The Citizens,tim-tim lainpun sedikit demi sedikit mulai mendongkrak dominasi The Big Four. Sebut saja Tottenham Hotspur,Everton,Fulham,Stoke City,atau Queen Park Rangers yang berhasil mengandaskan Chelsea di kandang sendiri.
Di Italia, dominasi Inter mulai runtuh pasca bangkitnya Juventus dan AC Milan. Hal itu diikuti penampilan cemerlang tim-tim lain macam Napoli, Udinese, ataupun Palermo. Tak Pelak, kini Inter Milan harus tersungkur di zona degradasi.
Tampilnya tim-tim kecil di berbagai liga di dunia mulai mendongkrak dominasi tim-tim juara. So, bagi The Big Four,La Beneamata, Los Galacticos, El Azulgrana bersiaplah untuk menanti The Return of mediocer club!!!
Hal yang sama juga dialami tim-tim di English Premier League(EPL), dan Liga Italia. Di Liga primer, dalam 1 dekade terakhir ini selalu dimenangkan oleh The Big Four. Begitu juga di Italia, sejak munculnya skandal calciopoli, Internazionale Milan selalu menjadi penguasa ranah Italia.
Tetapi, di musim 2011-2012 ini, dominasi tim-tim besar di ketiga liga itu seolah kian luntur. Di Liga BBVA kini muncul tim asal Valencia, yang mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai klub yang layak bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid. Ya, bukan Valencia, Villareal, ataupun Atletico Madrid yang mampu menguasai puncak klasemen hingga jornada ke-7. Ialah Levante,tim kecil asal Valencia yang beberapa tahun ini dominasinya tertutup oleh “Valencia”.
Di liga Primer Inggris, dominasi The Big Four sudah mulai luntur sejak musim lalu. Hal ini terbukti dengan munculnya anggota The Big Four baru, yang mampu menyingkirkan Liverpool sebagai wakil Inggris di Liga Champions Eropa, yaitu Manchester City. Sejak kepemilikan klub berpindah ke tangan taipan asal UEA, The Citizens kini menjelma sebagai klub raksasa dengan para pemain bintangnya. Belanja pemain di awal musim ini bisa dibilang tidak sia-sia. Hal ini terbukti dengan tampilnya mereka di puncak klasemen hingga pekan ke-10 Liga Primer musim (2011-2012) ini. Diawali dengan menjaga rekor kemenangan selama beberapa pekan, diakhiri dengan mengandaskan tetangga mereka, Manchester United dengan skor telak. Tak main-main, MU yang terkesan menyepelekan mereka dibuat kalang kabut menghadang serangan Balotelli cs. Alhasil MU pun ditaklukan dengan skor telak 6-1. Selain The Citizens,tim-tim lainpun sedikit demi sedikit mulai mendongkrak dominasi The Big Four. Sebut saja Tottenham Hotspur,Everton,Fulham,Stoke City,atau Queen Park Rangers yang berhasil mengandaskan Chelsea di kandang sendiri.
Di Italia, dominasi Inter mulai runtuh pasca bangkitnya Juventus dan AC Milan. Hal itu diikuti penampilan cemerlang tim-tim lain macam Napoli, Udinese, ataupun Palermo. Tak Pelak, kini Inter Milan harus tersungkur di zona degradasi.
Tampilnya tim-tim kecil di berbagai liga di dunia mulai mendongkrak dominasi tim-tim juara. So, bagi The Big Four,La Beneamata, Los Galacticos, El Azulgrana bersiaplah untuk menanti The Return of mediocer club!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
profil.Qu
- Agus Tri Wibowo
- Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia
follOWerrs
Categories
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)
Labels
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)