Tahun 2010 telah berakhir, tanpa disadari waktu berlalu cepat, hingga mengantarkan kita di penghujung 2010. Berbagai perbuatan telah kita lakukan. Tentu ada yang menyenangkan, menyedihkan, maupun mengharukan. Tanpa disadari oleh kita, kita sering melakukan kesalahan-kesalahan yang tak berarti. Tanpa disadari kita sering menyakiti hati orang lain.
Untuk itu, kita renungkan sejenak, apa saja yang telah kita lakukan sepanjang 2010. Jika kita berbuat baik, atau untuk kebaikan, maka di tahun 2011 kita tingkatkan. Jika kita berbuat salah, kiata harus meminta maaf kepada orang-orang di sekitar kita.
Marilah kita semua melangkah ke depan, menatap 2011 yang telah menanti. Kita harus mampu menjadikan diri kita ini menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih siap menghadapi kehidupan di masa depan, dengan mempersiapkannya sejak dini, agar kita bisa berhasil di 2011.
SO, WELCOME TO TWO THOUSANDS AND ELEVEN!!!
Jumat, 31 Desember 2010
Kita Tetap Menang
Published :
20.35
Author :
Agus Tri Wibowo
Meskipun timnas Indonesia gagal menjadi juara piala AFF 2010, kita tetap bangga sebagai warga Indonesia. Karena kita, dan timnas kita telah menunjukkan sportivitas kita dalam sepakbola. Kita telah menang!!!
Berbagai tindakan tak sportif kerap dilakukan kubu lawan. Mulai dari penyebaran serbuk gatal, penyorotan laser, dan tindakan-tindakan anarkis lain dari suporter mereka. Mereka seolah-olah ingin mengalahkan kita dengan menghalalkan segala cara. Mereka sebenarnya takut akan kekuatan kita. Karena itu, mereka selalu memikirkan seribu satu cara untuk mengalahkan Inddonesia.
Ketika tampil di Bukit Jalil, supporter mereka seolah terus meneror pemain Indonesia, mulai dari laser sampai petasan. Tetapi apa? Ketika bermain di Jakarta, tak banyak dari mereka yang “berani” dating ke Indonesia. Malahan, supporter Indonesia menyambut dengan baik kedatangan mereka, meskipun sebenarnya agak kesal (termasuk saya).
Meskipun sempat ada sinar laser di awal pertandingan, tapi itu tak berlanjut. Suporter kita telah menunjukkan kedewasaannya, kita harus tetap bangga dengan Indonesia. Meskipun kalah, tak ada satupun tindak anarkis.
Lebih baik kalah terhormat, daripada menang dengan cara-cara yang tak enak dipandang mata. Kita tetap menang Indonesia!!! Buktikan ke tetangga kita kalau Indonesia Bisa!!!
Berbagai tindakan tak sportif kerap dilakukan kubu lawan. Mulai dari penyebaran serbuk gatal, penyorotan laser, dan tindakan-tindakan anarkis lain dari suporter mereka. Mereka seolah-olah ingin mengalahkan kita dengan menghalalkan segala cara. Mereka sebenarnya takut akan kekuatan kita. Karena itu, mereka selalu memikirkan seribu satu cara untuk mengalahkan Inddonesia.
Ketika tampil di Bukit Jalil, supporter mereka seolah terus meneror pemain Indonesia, mulai dari laser sampai petasan. Tetapi apa? Ketika bermain di Jakarta, tak banyak dari mereka yang “berani” dating ke Indonesia. Malahan, supporter Indonesia menyambut dengan baik kedatangan mereka, meskipun sebenarnya agak kesal (termasuk saya).
Meskipun sempat ada sinar laser di awal pertandingan, tapi itu tak berlanjut. Suporter kita telah menunjukkan kedewasaannya, kita harus tetap bangga dengan Indonesia. Meskipun kalah, tak ada satupun tindak anarkis.
Lebih baik kalah terhormat, daripada menang dengan cara-cara yang tak enak dipandang mata. Kita tetap menang Indonesia!!! Buktikan ke tetangga kita kalau Indonesia Bisa!!!
Tegakkan Kepalamu, Garudaku!!!
Published :
20.34
Author :
Agus Tri Wibowo
Perjalanan timnas Indonesia di piala AFF 2010 selesai sudah. Meskipun diakhiri dengan mengalahkan Malaysia 2-1 di SUGBK di partai puncak, timnas gagal menjadi kampiun piala AFF putaran ke-8 ini. Timnas kalah agregat 4-2 dari negeri tetangga, setelah kalah 0-3 ketika bermain di Bukit Jalil, Malaysia. Dan hanya mampu mengalahkan Malaysia 2-1 di Gelora Bung Karno.
Timnas harus puas menjadi runner-up untuk ke empat kalinya, setelah tahun 2000, 2002, dan 2004 juga menjadi runner-up. Sebenarnya, seluruh masyarakat Indonesia sudah yakin timnas akan menjadi kampiun, mengingat penampilan fantastis mereka selama fase grup, perempat final, hingga semifinal. Semua kemenangan berhasil diborong timnas di babak itu. Tetapi, di partai final putaran pertama, timnas Indonesia harus mengakui keunggulan 3-0 negeri tetangga. Hal ini membuat langkah timnas untuk menjadi juara cukup berat, pasalnya timnas harus bias mencetak 4 gol tanpa balas di putaran kedua, yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Ketika bermain di Jakarta, timnas yakin bias mengalahkan Malaysia dengan skor telak, karena di pertemuan fase grup, timnas berhasil membmembombardir gawang Malaysia dengan 5 gol, dan hanya kebobolan 1 gol. Harapan itu muncul sejak peluit tanda pertandingan dimulai ditiupkan. Sejak awal timnas mampu menguasai pertandingan. Hampir 70% bola dipegang pemain Indonesia. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat timnas harus puas bermain tanpa gol di babak pertama. Di tambah lagi dengan kegagalan Firman Utina dalam mengeksekusi penalty di menit 17, setelah pemain Malaysia, Sabre terbukti menyentuh bola dengan tangan di kotak pinalti. Penampilan cemerlang kipper Khairul Fahmi membuat frustasi pemain timnas, karena sejak awal pertandingan beberapa tendangan pemain timnas mampu digagalkan olehnya
Di babak kedua, timnas tampil lebih agresiv, tetapi tetap tidak bisa menjebol pertahanan Malaysia yang memilih bermain bertahan, dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang. Sial bagi Indonesia, keasyikan menyerang membuat mereka lengah dalam bertahan. Striker andalan Malaysia, Safee Mohd Sali berhasil memperdaya Markus Haris Maulana melalui serangan balik cepatnya di menit ke-54.
Kontan saja, semangat timnas agak berkurang, karena harus mencetak 5 gol di sisa waktu babak kedua. Timnas tetap tampil menyerang. Alhasil, di menit 72, M. Nasuha berhasil menyamakan kedudukan, serta di menit ke-88 Muhammad Ridwan berhasil mencetak gol melalui tendangan kaki kirinya, yang terlebih dulu menyentuh kepala pemain belakang Malaysia. Namun, 2 gol ini tidak cukup untuk membawa timnas menjadi juara di turnamen kali ini. Penampilan apik timnas yang terbilang telat gagal membuat timnas juara.
Tentu saja hal ini membuat kecewa seluruh masyarakat Indonesia, bahkan timnas sendiri. Karena mereka telah lama menantikan gelar juara AFF, yang belum pernah diraih sama sekali. Seluruh rakyat Indonesia harus rela memberikan penghormatan kepada negeri tetangga, yang notabene menjadi musuh bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun gagal juara, kita harus tetap bangga kepada timnas kita, karena mereka telah memberikan yang terbaik terhadap Indonesia. Mereka telah tampil habis-habisan demi Indonesia. Penampilan apik sepanjang turnamen ini membuat timnas terus disorot layaknya selebriti papan atas. Seluruh masyarakat Indonesia telah menunjukkan kecintaan kepada timnas Indonesia. Hal ini terbukti dengan semangat mereka untuk mendukung Tim Garuda di partai puncak tetap tinggi, meskipun di pertemuan pertama kalah 0-3. Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Apapun hasilnya, kita harus terima dengan lapang dada. Finally, tetap tegakkan kepalamu Garudaku, let’s reach the dream by win the next trophy.
Timnas harus puas menjadi runner-up untuk ke empat kalinya, setelah tahun 2000, 2002, dan 2004 juga menjadi runner-up. Sebenarnya, seluruh masyarakat Indonesia sudah yakin timnas akan menjadi kampiun, mengingat penampilan fantastis mereka selama fase grup, perempat final, hingga semifinal. Semua kemenangan berhasil diborong timnas di babak itu. Tetapi, di partai final putaran pertama, timnas Indonesia harus mengakui keunggulan 3-0 negeri tetangga. Hal ini membuat langkah timnas untuk menjadi juara cukup berat, pasalnya timnas harus bias mencetak 4 gol tanpa balas di putaran kedua, yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Ketika bermain di Jakarta, timnas yakin bias mengalahkan Malaysia dengan skor telak, karena di pertemuan fase grup, timnas berhasil membmembombardir gawang Malaysia dengan 5 gol, dan hanya kebobolan 1 gol. Harapan itu muncul sejak peluit tanda pertandingan dimulai ditiupkan. Sejak awal timnas mampu menguasai pertandingan. Hampir 70% bola dipegang pemain Indonesia. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat timnas harus puas bermain tanpa gol di babak pertama. Di tambah lagi dengan kegagalan Firman Utina dalam mengeksekusi penalty di menit 17, setelah pemain Malaysia, Sabre terbukti menyentuh bola dengan tangan di kotak pinalti. Penampilan cemerlang kipper Khairul Fahmi membuat frustasi pemain timnas, karena sejak awal pertandingan beberapa tendangan pemain timnas mampu digagalkan olehnya
Di babak kedua, timnas tampil lebih agresiv, tetapi tetap tidak bisa menjebol pertahanan Malaysia yang memilih bermain bertahan, dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang. Sial bagi Indonesia, keasyikan menyerang membuat mereka lengah dalam bertahan. Striker andalan Malaysia, Safee Mohd Sali berhasil memperdaya Markus Haris Maulana melalui serangan balik cepatnya di menit ke-54.
Kontan saja, semangat timnas agak berkurang, karena harus mencetak 5 gol di sisa waktu babak kedua. Timnas tetap tampil menyerang. Alhasil, di menit 72, M. Nasuha berhasil menyamakan kedudukan, serta di menit ke-88 Muhammad Ridwan berhasil mencetak gol melalui tendangan kaki kirinya, yang terlebih dulu menyentuh kepala pemain belakang Malaysia. Namun, 2 gol ini tidak cukup untuk membawa timnas menjadi juara di turnamen kali ini. Penampilan apik timnas yang terbilang telat gagal membuat timnas juara.
Tentu saja hal ini membuat kecewa seluruh masyarakat Indonesia, bahkan timnas sendiri. Karena mereka telah lama menantikan gelar juara AFF, yang belum pernah diraih sama sekali. Seluruh rakyat Indonesia harus rela memberikan penghormatan kepada negeri tetangga, yang notabene menjadi musuh bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun gagal juara, kita harus tetap bangga kepada timnas kita, karena mereka telah memberikan yang terbaik terhadap Indonesia. Mereka telah tampil habis-habisan demi Indonesia. Penampilan apik sepanjang turnamen ini membuat timnas terus disorot layaknya selebriti papan atas. Seluruh masyarakat Indonesia telah menunjukkan kecintaan kepada timnas Indonesia. Hal ini terbukti dengan semangat mereka untuk mendukung Tim Garuda di partai puncak tetap tinggi, meskipun di pertemuan pertama kalah 0-3. Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Apapun hasilnya, kita harus terima dengan lapang dada. Finally, tetap tegakkan kepalamu Garudaku, let’s reach the dream by win the next trophy.
Pemain Pri-bumi Tetap Fantastis
Published :
20.34
Author :
Agus Tri Wibowo
Di ajang piala AFF 2010 ini, timnas Indonesia tampil dengan membawa 2 pemain asing untuk pertama kalinya. Ya, kehadiran Cristian Gonzales, dan Irfan Bachdim memberika n warna baru di tubuh timnas. Keduanya mampu menampilkan permainan yang enak ditonton oleh penikmat bola. Hal ini tentu membuat PSSI tersenyum, karena tidak sia-sia melakukan naturalisasi.
Permainan indah timnas sepanjang turnamen sedikit banyak dipengaruhi peran pemain naturalisasi. Namun, tak bisa dipungkiri, permainan anak-anak asli Indonesia juga bisa dibilang bagus. Penampilan cemerlang Markus di bawah mistar diikuti pertahanan yang kokoh ala Maman Abdurahman cs. Begitu pula permainan di lini tengah, yang digawangi sang kapten, Firman Utina, serta winger bertenaga kuda Oktavianus Maniani. Meskipun di posisi striker sering ditempati Bachdim, dan Gonzales, Bepe, dan Yongki tak kalah agresiv dalam menyerang.
Mereka semua pantas diberi apresiasi. Kucuran bonus otomatis mengalir kepada seluruh pemain. Hal ini diakibatkan memburuknya prestasi timnas di beberapa tahun terakhir ini. Racikan strategi Alfred Riedl juga mempengaruhi keberhasilan timnas menghibur rakyat Indonesia.
Namun, mulai sekarang PSSI harus berani membatasi naturalisasi pemain asing, karena masih banyak anak Indonesia yang bisa mengisi pos-pos timnas Indonesia, apabila dibina secara teratur. Kita tetap bangga dengan anak Indonesia.
Permainan indah timnas sepanjang turnamen sedikit banyak dipengaruhi peran pemain naturalisasi. Namun, tak bisa dipungkiri, permainan anak-anak asli Indonesia juga bisa dibilang bagus. Penampilan cemerlang Markus di bawah mistar diikuti pertahanan yang kokoh ala Maman Abdurahman cs. Begitu pula permainan di lini tengah, yang digawangi sang kapten, Firman Utina, serta winger bertenaga kuda Oktavianus Maniani. Meskipun di posisi striker sering ditempati Bachdim, dan Gonzales, Bepe, dan Yongki tak kalah agresiv dalam menyerang.
Mereka semua pantas diberi apresiasi. Kucuran bonus otomatis mengalir kepada seluruh pemain. Hal ini diakibatkan memburuknya prestasi timnas di beberapa tahun terakhir ini. Racikan strategi Alfred Riedl juga mempengaruhi keberhasilan timnas menghibur rakyat Indonesia.
Namun, mulai sekarang PSSI harus berani membatasi naturalisasi pemain asing, karena masih banyak anak Indonesia yang bisa mengisi pos-pos timnas Indonesia, apabila dibina secara teratur. Kita tetap bangga dengan anak Indonesia.
Kenikmatan Amal Shalih, dan Kenikmatan Dunia
Published :
20.32
Author :
Agus Tri Wibowo
Ada beberapa perbedaan antara Kenikmatan Amal Shalih, dan Kenikmatan Dunia, yaitu:
1.Kenikmatan dunia sesungguhnya disertai dengan beberapa hal yang merusaknya, sedangkan kenikmatan amal shalih adalah kenikmatan murni, yang tidak disertai dengan sesuatu yang merusaknya.
2.Kenikmatan dunia pasti hilang di dunia, sebelum di akhirat, sedangkan kenikmatan amal shalih, pasti kekal di dunia, dan akhirat.
3.Kenikmatan dunia membuat manusia merasa bosan dengannya, sedangkan kenikmatan amal shalih tidak akan menimbulkan rasa bosan, bahkan seseorang akan cenderung meningkatkan amal shalihnya, apabila ia telah merasakan nikmatnya.
4.Kenikmatan dunia menghilangkan kenikmatan akhirat pada manusia, sedangkan kenikmatan amal shalih merupakan pembuka kenikmatan di akhirat.
5.Sesungguhnya kenikmatan dunia disertai dengan bahaya, sedangkan kenikmatan amal shalih tidak diserti dengan bahaya.
Jadi, kita harus pandai memilah, dan memilih, serta membedakan antara kenikmatan dunia, dan kenikmatan amal shalih. Kita tidak boleh terlena dengan kenikmatan dunia. Tetapi sebaliknya, kita harus mampu menjadikan kenikmatan dunia sebagai modal untuk beramal shalih, dan dapat meraih kebahagiaan di akhirat.
1.Kenikmatan dunia sesungguhnya disertai dengan beberapa hal yang merusaknya, sedangkan kenikmatan amal shalih adalah kenikmatan murni, yang tidak disertai dengan sesuatu yang merusaknya.
2.Kenikmatan dunia pasti hilang di dunia, sebelum di akhirat, sedangkan kenikmatan amal shalih, pasti kekal di dunia, dan akhirat.
3.Kenikmatan dunia membuat manusia merasa bosan dengannya, sedangkan kenikmatan amal shalih tidak akan menimbulkan rasa bosan, bahkan seseorang akan cenderung meningkatkan amal shalihnya, apabila ia telah merasakan nikmatnya.
4.Kenikmatan dunia menghilangkan kenikmatan akhirat pada manusia, sedangkan kenikmatan amal shalih merupakan pembuka kenikmatan di akhirat.
5.Sesungguhnya kenikmatan dunia disertai dengan bahaya, sedangkan kenikmatan amal shalih tidak diserti dengan bahaya.
Jadi, kita harus pandai memilah, dan memilih, serta membedakan antara kenikmatan dunia, dan kenikmatan amal shalih. Kita tidak boleh terlena dengan kenikmatan dunia. Tetapi sebaliknya, kita harus mampu menjadikan kenikmatan dunia sebagai modal untuk beramal shalih, dan dapat meraih kebahagiaan di akhirat.
Adab Ketika Akan Mengikuti Sholat Berjama’ah di Masjid
Published :
20.25
Author :
Agus Tri Wibowo
Berikut ada beberapa adab ketika kita akan menuju ke masjid dengan keperluan mengerjakan sholat berjamaah:
1.Tinggalkanlah semua aktivitas ketika panggilan sholat(baca:adzan) telah dikumandangkan.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu keluarganya, ketika panggilan shalat jama’ah, beliau bergegas pergi menunaikan shalat (HR. Bukhari)
2.Bersegeralah mendatangi masjid, dan berusaha datang lebih awal. Karena agar kita dapat memperoleh shaf yang pertama, dan agar memperoleh pahala karena menunggu shalat.
3.Usahakan berwudhu’ di rumah. Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan, maka satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya”(HR. Muslim).
4.Menuju masjid dengan berjalan kaki
5.Menuju masjid dengan langkah kaki biasa (tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat)
6.Jangan tergesa-gesa menuju masjid
7.Bacalah dzikir ketika berjalan ke masjid, dan membaca do’a ketika akan masuk masjid
8.Usahakan mengerjakan shalat tahiyyatul masjid, jangan langsung duduk
9.Jangan mengerjakan shalat sunnah ketika iqamah dikumandangkan
10.Jangan keluar dari masjid setelah adzan
Jika ada pertanyaan, silahkan tulis pada komentar, trima kasih.
Semoga bermanfaat
1.Tinggalkanlah semua aktivitas ketika panggilan sholat(baca:adzan) telah dikumandangkan.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu keluarganya, ketika panggilan shalat jama’ah, beliau bergegas pergi menunaikan shalat (HR. Bukhari)
2.Bersegeralah mendatangi masjid, dan berusaha datang lebih awal. Karena agar kita dapat memperoleh shaf yang pertama, dan agar memperoleh pahala karena menunggu shalat.
3.Usahakan berwudhu’ di rumah. Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan, maka satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya”(HR. Muslim).
4.Menuju masjid dengan berjalan kaki
5.Menuju masjid dengan langkah kaki biasa (tidak terlalu cepat, dan tidak terlalu lambat)
6.Jangan tergesa-gesa menuju masjid
7.Bacalah dzikir ketika berjalan ke masjid, dan membaca do’a ketika akan masuk masjid
8.Usahakan mengerjakan shalat tahiyyatul masjid, jangan langsung duduk
9.Jangan mengerjakan shalat sunnah ketika iqamah dikumandangkan
10.Jangan keluar dari masjid setelah adzan
Jika ada pertanyaan, silahkan tulis pada komentar, trima kasih.
Semoga bermanfaat
Sabtu, 25 Desember 2010
Perbedaan Bukan Harus Perpecahan
Published :
22.40
Author :
Agus Tri Wibowo
Perbedaan merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam masyarakat, bahkan bukan hanya sering, tapi selalu. Berbagai perbedaan selalu mewarnai kehidupan kita, mulai dari perbedaan agama, warna kulit, bahasa, hingga kebudayaan. Memang, Negara kita ini kaya dengan berbagai sumber daya, dan juga budaya. Antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Yang menjadi pertanyaan saat ini yaitu bagaimana cara kita menyikapi berbagai mecam perbedaan ini? Mampukah kita memanfaatkan perbedaan ini untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan Negara?
Perbedaan adalah hal yang wajar. Dengan perbedaan, kita harus bisa menjadikannya sebagai motivasi untuk bersatu, serta menciptakan ide-ide kreatif dari perbedaan itu. Sehingga nantinya dapat memberikan dampak kemajuan bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara.
Namun, satu hal yang patut disayangkan dari masyarakat kita saat ini. Tak banyak masyarakat yang tahu bagaimana cara bijak untuk menghadapi suatu perbedaan. Bahkan, tak jarang suatu perbedaan dapat memunculkan perpecahan. Hal ini dapat terjadi baik karena perbedaan budaya, agama, maupun perbedaan bahasa sekalipun
Tetapi tidak semua masyarakat berpotensi memunculkan perpecahan akibat adanya perbedaan. Di masyarakat, sering kita jumpai adanya perbedaan agama sering memunculkan permusuhan. Misalnya, dalam komunitas suatu agama yang satu, akan memunculkan ideologi untuk memusuhi, atau memecah belah agama yang lainnya. Ada juga perbedaan bahasa suatu daerah yang menyebabkan masyarakat suatu daerah memusuhi orang-orang yang tidak menggunakan bahasa seperti dirinya, dsb.
Persamaan tidak dapat dipaksakan. Hal ini sesuai dengan kodrat manusia, yang memang diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala perbedaan. Misalnya saja ada orang yang pandai, ada orang yang kurang pandai. Ada orang kaya, dan tentu ada orang yang membutuhkan uluran tangan dari mereka. Hal ini memang sudah menjadi ketentuan Yang Maha Kuasa sejak manusia dilahirkan.
Dengan adanya perbedaan ini, kita harus mampu mengambil langkah bijak untuk menyikapinya. Contoh paling sederhana, misalnya saja ada orang yang mempunyai kekurangan dalam fisiknya, tentu kita harus menghormatinya, dengan menjaga perasaannya, dan tidak melakukan olok-olok. Dengan begitu, perpecahan dapat diminimalisir, sehingga kehidupan dalam masyarakat akan tetap harmonis.
Sebenarnya mengatasi perbedaan agar tak menimbulkan permsuhan tergantung dengan cara kita menyikapinya. Untuk menyikapinya, pertama-tama kita harus menanamkan pikiran jernih terlebih dahulu ke dalam hati kita. Setelah itu baru melakukan tindakan, karena hanya dengan pikiran jernih pikiran positif dapat muncul.
Dalam suatu rapat, atau musyawarah misalnya, sering muncul perbedaan pendapat. Hal ini memang “harus” dijumpai dalam musyawarah. Karena tujuan utama dari musyawarah adalah menyatukan beberapa pendapat agar tercipta suatu kesepakatan yang dapat diterima seluruh pesertanya. Karena tanpa adanya pendapat yang berbeda, sulit dicapai keputusan, atau hasil yang maksimal. Tentunya setiap orang tidak boleh memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Contoh lain yaitu pada forum debat. Kegiatan seperti ini malah terkadang lebih berpotensi menimbulkan perpecahan daripada persatuan. Kita harus mampu mengatasinya. Dalam situasi seperti ini, hati boleh tegang, tapi pikiran harus tetap jernih, sehingga dapat meminimalisir timbulnya perpecahan.
Masih banyak contoh-contoh lain yang menggambarkan adanya keberagaman dalam masyarakat kita. Kita harus bisa mengambil langkah bijak untuk mengahadapinya. Sebagai orang Indonesia, tentu kita harus ingat dengan semboyan Negara kita Bhineka Tunggal Ika, yang dapat diartikan ”meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Kita kembalikan saja segala perbedaan yang ada pada semboyan neggara kita ini. Tak usah berpikir terlalu jauh. Pahami saja secara mendalam semboyan Negara kita ini, sehingga mampu menciptakan kerukunan dalam masyarakat dengan segala perbedaannya. Dengan begini perbedaan mampu diatasi, sehingga dapat menjadi momentum untuk bangkit, dan memajukan Indonesia tercinta ini, serta istilah Bhineka Tunggal Ika tidak hanya menjadi hiasan di antara kaki Burung Garuda yang notabene menjadi lambang Negara kita.
Perbedaan adalah hal yang wajar. Dengan perbedaan, kita harus bisa menjadikannya sebagai motivasi untuk bersatu, serta menciptakan ide-ide kreatif dari perbedaan itu. Sehingga nantinya dapat memberikan dampak kemajuan bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara.
Namun, satu hal yang patut disayangkan dari masyarakat kita saat ini. Tak banyak masyarakat yang tahu bagaimana cara bijak untuk menghadapi suatu perbedaan. Bahkan, tak jarang suatu perbedaan dapat memunculkan perpecahan. Hal ini dapat terjadi baik karena perbedaan budaya, agama, maupun perbedaan bahasa sekalipun
Tetapi tidak semua masyarakat berpotensi memunculkan perpecahan akibat adanya perbedaan. Di masyarakat, sering kita jumpai adanya perbedaan agama sering memunculkan permusuhan. Misalnya, dalam komunitas suatu agama yang satu, akan memunculkan ideologi untuk memusuhi, atau memecah belah agama yang lainnya. Ada juga perbedaan bahasa suatu daerah yang menyebabkan masyarakat suatu daerah memusuhi orang-orang yang tidak menggunakan bahasa seperti dirinya, dsb.
Persamaan tidak dapat dipaksakan. Hal ini sesuai dengan kodrat manusia, yang memang diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala perbedaan. Misalnya saja ada orang yang pandai, ada orang yang kurang pandai. Ada orang kaya, dan tentu ada orang yang membutuhkan uluran tangan dari mereka. Hal ini memang sudah menjadi ketentuan Yang Maha Kuasa sejak manusia dilahirkan.
Dengan adanya perbedaan ini, kita harus mampu mengambil langkah bijak untuk menyikapinya. Contoh paling sederhana, misalnya saja ada orang yang mempunyai kekurangan dalam fisiknya, tentu kita harus menghormatinya, dengan menjaga perasaannya, dan tidak melakukan olok-olok. Dengan begitu, perpecahan dapat diminimalisir, sehingga kehidupan dalam masyarakat akan tetap harmonis.
Sebenarnya mengatasi perbedaan agar tak menimbulkan permsuhan tergantung dengan cara kita menyikapinya. Untuk menyikapinya, pertama-tama kita harus menanamkan pikiran jernih terlebih dahulu ke dalam hati kita. Setelah itu baru melakukan tindakan, karena hanya dengan pikiran jernih pikiran positif dapat muncul.
Dalam suatu rapat, atau musyawarah misalnya, sering muncul perbedaan pendapat. Hal ini memang “harus” dijumpai dalam musyawarah. Karena tujuan utama dari musyawarah adalah menyatukan beberapa pendapat agar tercipta suatu kesepakatan yang dapat diterima seluruh pesertanya. Karena tanpa adanya pendapat yang berbeda, sulit dicapai keputusan, atau hasil yang maksimal. Tentunya setiap orang tidak boleh memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Contoh lain yaitu pada forum debat. Kegiatan seperti ini malah terkadang lebih berpotensi menimbulkan perpecahan daripada persatuan. Kita harus mampu mengatasinya. Dalam situasi seperti ini, hati boleh tegang, tapi pikiran harus tetap jernih, sehingga dapat meminimalisir timbulnya perpecahan.
Masih banyak contoh-contoh lain yang menggambarkan adanya keberagaman dalam masyarakat kita. Kita harus bisa mengambil langkah bijak untuk mengahadapinya. Sebagai orang Indonesia, tentu kita harus ingat dengan semboyan Negara kita Bhineka Tunggal Ika, yang dapat diartikan ”meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Kita kembalikan saja segala perbedaan yang ada pada semboyan neggara kita ini. Tak usah berpikir terlalu jauh. Pahami saja secara mendalam semboyan Negara kita ini, sehingga mampu menciptakan kerukunan dalam masyarakat dengan segala perbedaannya. Dengan begini perbedaan mampu diatasi, sehingga dapat menjadi momentum untuk bangkit, dan memajukan Indonesia tercinta ini, serta istilah Bhineka Tunggal Ika tidak hanya menjadi hiasan di antara kaki Burung Garuda yang notabene menjadi lambang Negara kita.
Selasa, 21 Desember 2010
Ancient Greeks
Published :
17.18
Author :
Agus Tri Wibowo
The lives of the Ancient Greeks revolved around eris, a concept by which they defined the universe. They believed that the world existed in a condition of opposites. If there was good, then there was evil, if there was love, then there was hatred; joy, then sorrow; war then peace; and so on. The Greeks believed that good eris occured when one held a balanced outlook on life and coped with problems as they arose. It was a kind of ease of living that came from trying to bring together the great opposing forces in nature. Bad eris was evident in the violent conditions that ruled men’s lives. Although these things were found in nature and sometimes could not be controlled, it was believed that bad eris occurred when one ignored a problem, letting it grow larger until it destroyed not only that person, but his family as well. The Ancient Greeks saw eris as a goddess: Eris, the Goddess of Discord, better known as Trouble.
One myth that expresses this concept of bad eris deals with the marriage of King Peleus and the river goddess Thetis. Zeus, the supreme ruler, learns that Thetis would bear a child strong enough to destroy its father. Not wanting to father his own ruin, Zeus convinces Thetis to marry a human, a mortal whose child could never challenge the gods. He promises her, among other things, the greatest wedding in all of Heaven and Earth and allows the couple to invite
whomever they please. This is one of the first mixed marriages of Greek Mythology and the lesson learned from it still applies today. They do invite everyone . . . except Eris, the Goddess of Discord. In other words, instead of facing the
problems brought on by a mixed marriage, they turn their backs on them. They refused to deal directly with their problems and the result is tragic. In her fury, Eris arrives, ruins the wedding, causes a jealous feud between the three major goddesses over a golden apple, and sets in place the conditions that lead to the Trojan War. The war would take place 20 years in the future, but it would result in the death of the only child of the bride and groom,Achilles. Eris would destroy the parents’ hopes for their future, leaving the couple with no legitimate heirs to the throne. Hence, when we are told, “If you don’t invite trouble, trouble comes,” it means that if we don’t deal with our problems, our problems will deal with us . . .with a vengeance! It is easy to see why the Greeks considered many of their myths learning myths, for this one teaches us the best way to defeat that which can destroy us.
One myth that expresses this concept of bad eris deals with the marriage of King Peleus and the river goddess Thetis. Zeus, the supreme ruler, learns that Thetis would bear a child strong enough to destroy its father. Not wanting to father his own ruin, Zeus convinces Thetis to marry a human, a mortal whose child could never challenge the gods. He promises her, among other things, the greatest wedding in all of Heaven and Earth and allows the couple to invite
whomever they please. This is one of the first mixed marriages of Greek Mythology and the lesson learned from it still applies today. They do invite everyone . . . except Eris, the Goddess of Discord. In other words, instead of facing the
problems brought on by a mixed marriage, they turn their backs on them. They refused to deal directly with their problems and the result is tragic. In her fury, Eris arrives, ruins the wedding, causes a jealous feud between the three major goddesses over a golden apple, and sets in place the conditions that lead to the Trojan War. The war would take place 20 years in the future, but it would result in the death of the only child of the bride and groom,Achilles. Eris would destroy the parents’ hopes for their future, leaving the couple with no legitimate heirs to the throne. Hence, when we are told, “If you don’t invite trouble, trouble comes,” it means that if we don’t deal with our problems, our problems will deal with us . . .with a vengeance! It is easy to see why the Greeks considered many of their myths learning myths, for this one teaches us the best way to defeat that which can destroy us.
JOGGING
Published :
17.16
Author :
Agus Tri Wibowo
A form of running, at a slow or moderate pace, usually to promote physical fitness. The distinction between running and jogging is subtle. Some say that run¬ning more slowly than 7 minutes per mile is jogging. Others maintain that a jogger is one who runs solely for fitness, while a runner trains to compete in races.
The number of people who jog or run has increased rapidly in recent years. In the United States, the National Joggers Association estimated in 1978 that there were 6.5 million adult joggers, ten times more than there were a decade ear¬lier. Major factors in this popularity included effective work by the President’s Council on Physical Fitness, inspira¬tion from the Olympic Games, and national concern about prevention of heart disease.
There are many practical reasons why people choose to run. One reason is that it is the most efficient form of ex¬ercise, burning more calories per minute than, for example, swimming, bicycling, or playing squash. It is also inex¬pensive and convenient. Not much equipment is required, and one can run almost anywhere, any time.
Before starting a jogging program, one should assess his or her physical condition. If the person is over 40 years of age or has a family history of heart disease, a “stress test” is recommended. This test, taken on a treadmill, reveals possible heart irregularities during exercise. If necessary, exercise limits are set by the physician.
The goal of the jogging program is to improve cardiovas¬cular endurance. This means, through training, to maximize the transport of oxygen throughout the body. The primary concern when training is not the speed at which one runs, but the time spent running. This “aerobic,” or endurance activity, trains the heart and lungs as well as the muscles.
A jogging schedule should include at least 4 runs per week, each lasting 10 to 15 minutes to start. Anything less than that has little aerobic effect. During these runs the pulse should rise a maximum of 60 to 80 percent, which usu¬ally brings it up to 135 to 150 beats per minute.
Whatever one’s level of fitness, the training motto should be, “Train, don’t strain.” A simple way to check is to take the “talk test” while running. Joggers who are breathing too hard to carry on a conversation are going too fast and should slow down.
It is also wise to adopt the “hard-easy” training principle when planning workouts. This involves alternating a hard training session with an easy one. For initial workouts, running may be alternated with walking. It may even be necessary to take a day of rest between workouts.
To maintain regular workouts, it is necessary to avoid injury and undue discomfort. An important first step is to dress properly. In warm weather, loose-fitting shirts and shorts are best. The goal is to keep the body cool. Liquids, preferably water or diluted fruit juices, should be taken
Let's do jogging, because jogging can make our body health
The number of people who jog or run has increased rapidly in recent years. In the United States, the National Joggers Association estimated in 1978 that there were 6.5 million adult joggers, ten times more than there were a decade ear¬lier. Major factors in this popularity included effective work by the President’s Council on Physical Fitness, inspira¬tion from the Olympic Games, and national concern about prevention of heart disease.
There are many practical reasons why people choose to run. One reason is that it is the most efficient form of ex¬ercise, burning more calories per minute than, for example, swimming, bicycling, or playing squash. It is also inex¬pensive and convenient. Not much equipment is required, and one can run almost anywhere, any time.
Before starting a jogging program, one should assess his or her physical condition. If the person is over 40 years of age or has a family history of heart disease, a “stress test” is recommended. This test, taken on a treadmill, reveals possible heart irregularities during exercise. If necessary, exercise limits are set by the physician.
The goal of the jogging program is to improve cardiovas¬cular endurance. This means, through training, to maximize the transport of oxygen throughout the body. The primary concern when training is not the speed at which one runs, but the time spent running. This “aerobic,” or endurance activity, trains the heart and lungs as well as the muscles.
A jogging schedule should include at least 4 runs per week, each lasting 10 to 15 minutes to start. Anything less than that has little aerobic effect. During these runs the pulse should rise a maximum of 60 to 80 percent, which usu¬ally brings it up to 135 to 150 beats per minute.
Whatever one’s level of fitness, the training motto should be, “Train, don’t strain.” A simple way to check is to take the “talk test” while running. Joggers who are breathing too hard to carry on a conversation are going too fast and should slow down.
It is also wise to adopt the “hard-easy” training principle when planning workouts. This involves alternating a hard training session with an easy one. For initial workouts, running may be alternated with walking. It may even be necessary to take a day of rest between workouts.
To maintain regular workouts, it is necessary to avoid injury and undue discomfort. An important first step is to dress properly. In warm weather, loose-fitting shirts and shorts are best. The goal is to keep the body cool. Liquids, preferably water or diluted fruit juices, should be taken
Let's do jogging, because jogging can make our body health
Demam Naturalisasi
Published :
16.46
Author :
Agus Tri Wibowo
DEMAM NATURALISASI
Beberapa tahun terakhir, benua Asia, tepatnya Asia Tenggara telah dilingkupi “demam” naturalisasi pemain sepak bola. Apa itu naturalisasi? Tak banyak yang tau soal naturalisasi. Naturalisasi yaitu proses “pembajakan” pemain yang memiliki 2 kewarganegaraan, yang dilakukan salah satu negaranya, agar pemain tersebut biSA bermain untuk Negara yang menaturalisasinya. Hal ini dapat dilakukan, apabila pemain telah memenuhi segala persyaratan untuk naturalisasi.
Langkah ini diawali oleh Singapura, yang beberapa tahun lalu menaturalisasi pemainnya yang mempunyai kewarganegaraan ganda, seperti Agu Casmir, Bennet, dan pemain lainnya. Di ajang AFF Suzuki Cup 2010 yang diadakan di Indonesia akhir tahun ini, naturalisasi pemain semakin menjamur. Filipina yang dulu dibilang “anak bawang” dalam dunia sepakbola, kini kekuatan mereka patut diperhitungkan. Filipina melakukan naturalisasi pemainnya guna mengatrol prestasi sepak bola mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka menaturalisasi 9 pemain. Tentu saja tak hanya asal naturalisasi. Pemain yang dinaturalisasi Filipina bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Di bawah mistar berdiri Neil Etheridge, yang merupakan kiper ketiga Fulham. Di lini tengah ada Jason de Jong yang bermain di liga Belanda. Selain itu ada Younghusband bersaudara, yang merupakan jebolan akademi Chelsea. Selain itu tinggi mereka bisa dibilang di atas rata-rata juga. Rata-rata tinggi mereka 180cm. Hanya De Jong yang tingginya 160cm. Tentu hal ini mampu membuat Filipina menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola di ASEAN.
Tak mau kalah, naturalisasi pemain juga dilakukan oleh Tim Garuda (INDONESIA). Menjelang piala AFF ini, Indonesia melakukan naturalisasi terhadap 2 pemainnya, yaitu Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales. Irfan Bachdim merupakan pemain keturunan Indonesia, dan Belanda. Sedangkan Gonzales merupakan pemain asal Urugay yang beristri orang Indonesia. Gonzales telah tinggal di Indonesia selama 2 tahun. Hal ini tentu membuat bangga PSSI, karena permintaan naturalisasi muncul dari sang pemain sendiri. Beruntung, karena Irfan, dan Gonzales mampu menunjukkan permainan apiknya bersama timnas Indonesia.
Tak bisa dipungkiri, peran pemain naturalisasi cukup besar bagi kemajuan timnas. Indonesia mampu tampil menghibur di sepanjang fase grup piala AFF 2010 ini. Tentu saja hal ini membuat masyarakat Indonesia mengalami euforia. Hal ini wajar, karena masyarakat rindu akan prestasi sepak bola Indonesia.
Naturalisasi bisa dibilang sebagai cara instan untuk meraih prestasi. Eeitzz… tunggu dulu, hal ini tak sepenuhnya benar. Selain peran pemain naturalisasi, pemain asli Indonesia juga mampu menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya. Sehingga penampilan apik timnas saat ini bukan hanya peran pemain naturalisasi belaka. Peran anak negeri sendiri juga teerbilang bagus. Firman Utina, Markus, M.Ridwan, dan pemain lain mampu menampilkan permainan atraktif.
So, jangan dibilang naturalisasi dilakukan untuk mengatrol prestasi tim secara keseluruhan. Bahkan dengan keahadiran pemain naturalisasi, pemain asli Indonesia menjadi termotivasi untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka, agar tidak kalah dengan pemain naturalisasi.
So, maju terus GARUDAku!!!
Beberapa tahun terakhir, benua Asia, tepatnya Asia Tenggara telah dilingkupi “demam” naturalisasi pemain sepak bola. Apa itu naturalisasi? Tak banyak yang tau soal naturalisasi. Naturalisasi yaitu proses “pembajakan” pemain yang memiliki 2 kewarganegaraan, yang dilakukan salah satu negaranya, agar pemain tersebut biSA bermain untuk Negara yang menaturalisasinya. Hal ini dapat dilakukan, apabila pemain telah memenuhi segala persyaratan untuk naturalisasi.
Langkah ini diawali oleh Singapura, yang beberapa tahun lalu menaturalisasi pemainnya yang mempunyai kewarganegaraan ganda, seperti Agu Casmir, Bennet, dan pemain lainnya. Di ajang AFF Suzuki Cup 2010 yang diadakan di Indonesia akhir tahun ini, naturalisasi pemain semakin menjamur. Filipina yang dulu dibilang “anak bawang” dalam dunia sepakbola, kini kekuatan mereka patut diperhitungkan. Filipina melakukan naturalisasi pemainnya guna mengatrol prestasi sepak bola mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka menaturalisasi 9 pemain. Tentu saja tak hanya asal naturalisasi. Pemain yang dinaturalisasi Filipina bisa dibilang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Di bawah mistar berdiri Neil Etheridge, yang merupakan kiper ketiga Fulham. Di lini tengah ada Jason de Jong yang bermain di liga Belanda. Selain itu ada Younghusband bersaudara, yang merupakan jebolan akademi Chelsea. Selain itu tinggi mereka bisa dibilang di atas rata-rata juga. Rata-rata tinggi mereka 180cm. Hanya De Jong yang tingginya 160cm. Tentu hal ini mampu membuat Filipina menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola di ASEAN.
Tak mau kalah, naturalisasi pemain juga dilakukan oleh Tim Garuda (INDONESIA). Menjelang piala AFF ini, Indonesia melakukan naturalisasi terhadap 2 pemainnya, yaitu Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales. Irfan Bachdim merupakan pemain keturunan Indonesia, dan Belanda. Sedangkan Gonzales merupakan pemain asal Urugay yang beristri orang Indonesia. Gonzales telah tinggal di Indonesia selama 2 tahun. Hal ini tentu membuat bangga PSSI, karena permintaan naturalisasi muncul dari sang pemain sendiri. Beruntung, karena Irfan, dan Gonzales mampu menunjukkan permainan apiknya bersama timnas Indonesia.
Tak bisa dipungkiri, peran pemain naturalisasi cukup besar bagi kemajuan timnas. Indonesia mampu tampil menghibur di sepanjang fase grup piala AFF 2010 ini. Tentu saja hal ini membuat masyarakat Indonesia mengalami euforia. Hal ini wajar, karena masyarakat rindu akan prestasi sepak bola Indonesia.
Naturalisasi bisa dibilang sebagai cara instan untuk meraih prestasi. Eeitzz… tunggu dulu, hal ini tak sepenuhnya benar. Selain peran pemain naturalisasi, pemain asli Indonesia juga mampu menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya. Sehingga penampilan apik timnas saat ini bukan hanya peran pemain naturalisasi belaka. Peran anak negeri sendiri juga teerbilang bagus. Firman Utina, Markus, M.Ridwan, dan pemain lain mampu menampilkan permainan atraktif.
So, jangan dibilang naturalisasi dilakukan untuk mengatrol prestasi tim secara keseluruhan. Bahkan dengan keahadiran pemain naturalisasi, pemain asli Indonesia menjadi termotivasi untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka, agar tidak kalah dengan pemain naturalisasi.
So, maju terus GARUDAku!!!
Jadi Pemuda yang Produktif
Published :
16.43
Author :
Agus Tri Wibowo
Pemuda adalah seseorang yang berada pada usia muda. Itulah gambaran seorang pemuda. Tetapi dengan usianya yang muda, seorang pemuda diibaratkan sebagai tulang punggung suatu masyarakat, atau bahkan negara. Hal ini dikarenakan kemampuan pemuda dalam mengolah pikirannya masih bisa dibilang baik, sehingga kreativitas selalu muncul dari kalangan pemuda. Tak hanya sekadar kreativitas, tetapi biasanya menu, atau program yang direncanakan suatu kelompok pemuda juga terbilang menarik. Misalnya saja, sekarang banyak daerah yang dipimpin oleh seorang yang masih berada dalam usia muda, meskipun tidak terlalu muda. Hasilnya, daerah yang dipimpin juga menunjukkan progress yang baik, baik dalam bidang pariwisata, politik, dan bidang yang lain.
Selain menjadi tulang punggung negara, terkadang pemuda juga bisa menjadi “beban” suatu negaara. Tidak lain hal ini diakibatkan banyaknya pemuda yang hanya menjadi pengangguran setelah menyelesaikan sekolahnya. Salah satu faktor yang menyebabkan mereka hanya menganggur yaitu sifat alamiah manusia, yaitu malas. Setiap orang pasti memiliki sifat malas, tetapi ada kalanya seseorang itu memaksakan sifat malasnya untuk berfikir lebih kreatif, guna merancang kehidupan di masa yang akan datang.
Lantas, bagaimana cara mengatasi pemuda yang hanya menjadi “beban” negara, agar mampu menjadi pemuda yang mampu memajukan negaranya? Caranya mudah. Ya, sejak dini, pemuda harus diajarkan cara untuk “menghasilkan” sesuatu, sehingga pemuda tidak dianggap hanya sebagai “pengemis”, yang selalu meminta-minta kepada orang yang lebih tua. Hal ini sering terjadi di masyarakat. Apalagi akhir-akhir ini sering terjadi bencana, sehigga banyak organisasi pemuda yang secara spontan melakukan aksi penggalangan dana dengan berbagai cara. Banyak pemuda yang meminta sumbangan dana, hanya dengan bermodal “kardus” bertuliskan “untuk korban gempa, banjir, dan lain sebagainya”. Ada juga yang melakukannya dengan mengamen di jalan, atau di tempat makan guna mengumpulkan dana untuk membantu sesama manusia. Hal ini tidak salah, namun alangkah lebih baik apabila penggalangan dana ini dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif. Bagaimanapun, seorang pemuda dituntut untuk kreatif. Misalnya saja melakukan pengumpulan barang bekas, atau rongsokan, kemudian setelah terkumpul menjualnya ke tempat penjualan barang rongsok. Hal ini akan lebih bermanfaat bila dibandingkan hanya dengan mengamen atau dengan berdiri di traffic light dengan membawa kotak, atau kardus.
Penggalangan dana seperti ini mempunyai 3 manfaat sekaligus. Yang pertama, masyarakat yang memberikan barang bekasnya akan merasa senang, karena secara otomatis akan mengurangi barang –barang yang tidak berguna di rumahnya, sehingga rumahnya lebih bersih. Yang kedua, Kita akan mendapatkan dana untuk membantu korban bencana, sekaligus merupakan sebuah kebaikan bagi kita. Manfaat yang ketiga yaitu, korban akan merasa terbantu dengan bantuan dana yang telah kita berikan. Tak hanya itu, langkah ini juga dapat membuat suatu organisasi pemuda itu lebih dihormati.
Jika di akhir tahun seperti ini, suatu organisasi membutuhkan dana untuk suatu acara, dapat dilakukan dengan cara yang kreatif pula. Misalnya, dengan mencetak suatu kalender yang berhubungan dengan organisasi itu, kemudian menawarkannya kepada masyarakat, sehingga hasil penjualan mampu dimanfaatkan.
Hal semacam ini hanya sebagian contoh cara menciptakan pemuda yang produktif, sekaligus kreatif, sehingga pandangan masyarakat mengenai pemuda sebagai tulang punggung negara dapat terealisasi, dan bukan angin segar belaka.
Untuk itu, marilah sebagai pemuda kita tingkatkan produktivitas dan kreatifitas kita, sehingga mampu digunkan untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang, sekaligus mampu menjadi tumpuan Negara yang benar-benar kuat, sehingga mampu mengatasi pengangguran di negara kita, dan siap membawa negara kita bersaing di era global.
So, let’s become productive teenagers!!!
Selain menjadi tulang punggung negara, terkadang pemuda juga bisa menjadi “beban” suatu negaara. Tidak lain hal ini diakibatkan banyaknya pemuda yang hanya menjadi pengangguran setelah menyelesaikan sekolahnya. Salah satu faktor yang menyebabkan mereka hanya menganggur yaitu sifat alamiah manusia, yaitu malas. Setiap orang pasti memiliki sifat malas, tetapi ada kalanya seseorang itu memaksakan sifat malasnya untuk berfikir lebih kreatif, guna merancang kehidupan di masa yang akan datang.
Lantas, bagaimana cara mengatasi pemuda yang hanya menjadi “beban” negara, agar mampu menjadi pemuda yang mampu memajukan negaranya? Caranya mudah. Ya, sejak dini, pemuda harus diajarkan cara untuk “menghasilkan” sesuatu, sehingga pemuda tidak dianggap hanya sebagai “pengemis”, yang selalu meminta-minta kepada orang yang lebih tua. Hal ini sering terjadi di masyarakat. Apalagi akhir-akhir ini sering terjadi bencana, sehigga banyak organisasi pemuda yang secara spontan melakukan aksi penggalangan dana dengan berbagai cara. Banyak pemuda yang meminta sumbangan dana, hanya dengan bermodal “kardus” bertuliskan “untuk korban gempa, banjir, dan lain sebagainya”. Ada juga yang melakukannya dengan mengamen di jalan, atau di tempat makan guna mengumpulkan dana untuk membantu sesama manusia. Hal ini tidak salah, namun alangkah lebih baik apabila penggalangan dana ini dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif. Bagaimanapun, seorang pemuda dituntut untuk kreatif. Misalnya saja melakukan pengumpulan barang bekas, atau rongsokan, kemudian setelah terkumpul menjualnya ke tempat penjualan barang rongsok. Hal ini akan lebih bermanfaat bila dibandingkan hanya dengan mengamen atau dengan berdiri di traffic light dengan membawa kotak, atau kardus.
Penggalangan dana seperti ini mempunyai 3 manfaat sekaligus. Yang pertama, masyarakat yang memberikan barang bekasnya akan merasa senang, karena secara otomatis akan mengurangi barang –barang yang tidak berguna di rumahnya, sehingga rumahnya lebih bersih. Yang kedua, Kita akan mendapatkan dana untuk membantu korban bencana, sekaligus merupakan sebuah kebaikan bagi kita. Manfaat yang ketiga yaitu, korban akan merasa terbantu dengan bantuan dana yang telah kita berikan. Tak hanya itu, langkah ini juga dapat membuat suatu organisasi pemuda itu lebih dihormati.
Jika di akhir tahun seperti ini, suatu organisasi membutuhkan dana untuk suatu acara, dapat dilakukan dengan cara yang kreatif pula. Misalnya, dengan mencetak suatu kalender yang berhubungan dengan organisasi itu, kemudian menawarkannya kepada masyarakat, sehingga hasil penjualan mampu dimanfaatkan.
Hal semacam ini hanya sebagian contoh cara menciptakan pemuda yang produktif, sekaligus kreatif, sehingga pandangan masyarakat mengenai pemuda sebagai tulang punggung negara dapat terealisasi, dan bukan angin segar belaka.
Untuk itu, marilah sebagai pemuda kita tingkatkan produktivitas dan kreatifitas kita, sehingga mampu digunkan untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang, sekaligus mampu menjadi tumpuan Negara yang benar-benar kuat, sehingga mampu mengatasi pengangguran di negara kita, dan siap membawa negara kita bersaing di era global.
So, let’s become productive teenagers!!!
PENGETAHUAN ISLAM
Published :
16.38
Author :
Agus Tri Wibowo
Berikut sedikit pengetahuan Islam,semoga bermanfaat.
3 Golongan orang yang jika melakukan dosa tidak dianggap sebagai dosa:
1.Orang hilang ingatan(gila)
2.Orang yang sedang tidur
3.Anak kecil yang belum baligh
Secara umum sabar dibagi 3 :
1.Sabar dalam mendapatkan nikmat Allah
2.Sabar dalam menjalani ketaatan
3.Sabar dalam menghadapi musibah
5 Cara memanfaatkan waktu:
1.Mendekatkan diri kepada Allah
2.Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan
3.Membekali diri dengan taqwa
4.Menggunakan nikmat Allah untuk taat kepadaNya
5.Menyukuri nikmat Allah
3 Hal yang membinasakan:
1.Bakhil yang diteladani
2.Nafsu yang dituruti
3.Takjub akan dirinya sendiri
3 hal yang menyelamatkan:
1.Takut kepada Allah ketika sendiri/terang-terangan
2.Sederhana ketika fakir/kaya
3.Adil saat marah dan ridha
Menurut Abu Hurairah r.a, ada 3 orang yang tidak bisa masuk surga, yaitu:
1.Penguasa yang dzalim
2.Orang kaya yang tidak mau zakat
3.Orang kafir yang sombong
Allah tidak akan menerima amal seseorang apabila ia:
1.Durhaka kepada kedua orangtuanya
2.Mengungkit pemberianNya
3.Tidak percaya takdir
Saat ini, banyak dijumpai orang yang mempelajari Islam hanya sebagian, bahkan sedikit. Beberapa alasan yang menyebabkan kita hanya sedikit dalam mempelajari Islam yaitu:
1.Hanya merupakan warisan orang tua
2.Hanya menganggap Islam sebagai pelajaran
3.Kurangnya keinginan kita untuk mendalami Islam
Menurut kita anjing tidak boleh digunakan /dimiliki oleh seorang muslim. Tetapi ternyata anjing boleh/ dapat digunakan seorang muslim untuk kepentingan tertentu, yaitu:
1.Berburu
2.Menjaga rumah
3.Menjaga ternak.
3 Golongan orang yang jika melakukan dosa tidak dianggap sebagai dosa:
1.Orang hilang ingatan(gila)
2.Orang yang sedang tidur
3.Anak kecil yang belum baligh
Secara umum sabar dibagi 3 :
1.Sabar dalam mendapatkan nikmat Allah
2.Sabar dalam menjalani ketaatan
3.Sabar dalam menghadapi musibah
5 Cara memanfaatkan waktu:
1.Mendekatkan diri kepada Allah
2.Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan
3.Membekali diri dengan taqwa
4.Menggunakan nikmat Allah untuk taat kepadaNya
5.Menyukuri nikmat Allah
3 Hal yang membinasakan:
1.Bakhil yang diteladani
2.Nafsu yang dituruti
3.Takjub akan dirinya sendiri
3 hal yang menyelamatkan:
1.Takut kepada Allah ketika sendiri/terang-terangan
2.Sederhana ketika fakir/kaya
3.Adil saat marah dan ridha
Menurut Abu Hurairah r.a, ada 3 orang yang tidak bisa masuk surga, yaitu:
1.Penguasa yang dzalim
2.Orang kaya yang tidak mau zakat
3.Orang kafir yang sombong
Allah tidak akan menerima amal seseorang apabila ia:
1.Durhaka kepada kedua orangtuanya
2.Mengungkit pemberianNya
3.Tidak percaya takdir
Saat ini, banyak dijumpai orang yang mempelajari Islam hanya sebagian, bahkan sedikit. Beberapa alasan yang menyebabkan kita hanya sedikit dalam mempelajari Islam yaitu:
1.Hanya merupakan warisan orang tua
2.Hanya menganggap Islam sebagai pelajaran
3.Kurangnya keinginan kita untuk mendalami Islam
Menurut kita anjing tidak boleh digunakan /dimiliki oleh seorang muslim. Tetapi ternyata anjing boleh/ dapat digunakan seorang muslim untuk kepentingan tertentu, yaitu:
1.Berburu
2.Menjaga rumah
3.Menjaga ternak.
Rabu, 15 Desember 2010
SESORAH
Published :
18.30
Author :
Agus Tri Wibowo
PERANGANE SESORAH:
1. Pambuka
a) Salam pambuka
b) Atur pakurmatan
c) Sulih sarira
d) Puji syukur
2. Isi/ wosing gati
a) Ancase/tujuane
b) Kaperluan
c) Pangajab
d) Panuwun
3. Panutup
a) Nyuwun pangapura
b) Sesanti
c) Salam panutup
CONTONE SESORAH PAWIWAHAN AQIQAHAN:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para pepundhen, sesepuh, pinisepuh ingkang dahat kinormatan. Sedaya para tamu, kakung saha putri ingkang satuhu kinormatan. Ugi sedaya kadang kaneman ingkang saestu kawula tresnani.
Ingkang sepindhah, sumangga kita tansah ngaturaken puji syukur wonten ing ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Agung, ingkang sampun paring kanikmatan ingkang kathah dhumateng kita sedaya. Utaminipun kawilujengan ugi kasarasan, saengga kita saged makempal wonten ing pawiwahan punika kanthi wilujeng, mboten wonten alangan satunggal punapa.
Saderengipun kawula matur, kawula ngaturaken sugeng rawuh dhumateng para tamu, sumangga tansah angrahabi pasugatan, ugi papan palenggahan ingkang sampun sumadyakaken. Kawula ugi nyuwun pangapunten, mbok bilih kula kumawantun matur wonten ing mriki. Kawula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bapa Purwohartono, amiwaha pengtan aqiqah putranipun ingkang nomer tiga,
Kawula minangka talanging basa Bapa Purwohartono mboten badhe matur ingkang kathah dhumateng para tamu. Ing dinten punika Bapa Purwohartono ngawontenaken pengetan aqiqah putranipun ingkang kaparingan asma Hartono Tri Wibowo Arya Jayanta. Mbok bilih ing dinten punika jangkep selapan dinten. Awit saking punika, kinanthenan panyuwunan mugi-mugi putra punika dados putra ingkang sholeh, tansah dipunparingi kawilujengan, lan tansah migunani tumrap kulawarga, nagara, agama, lan utaminipun tansah ngabekti marang tiyang sepuhipun kekalih. Mugi-mugi do’a kula panjenengan sami tansah dipun ijabahi Allah swt.
Kawula ngaturaken panuwun dhumateng para tamu ingkang sampun angrawuhi pawiwahan punika. Kawula ugi nyuwunaken pangapunten mbok menawi Bapa Purwohartono mboten saged paring pasugatan ugi papan panggenan ingkang pantes dhumateng para tamu. Semanten ugi kawula, mbok menawi anggen kula matur wonten klenta-klentunipun atur, ugi wonten basa ingkang mboten rena ing penggalih para tamu, kawula naming saged nyuwun agunging samodra panaksami.
Cekap mekaten atur kawula, katutup kanthi satunggaling parikan. Kupat lawuhe tela, menawi lepat nyuwun pangapura.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
1. Pambuka
a) Salam pambuka
b) Atur pakurmatan
c) Sulih sarira
d) Puji syukur
2. Isi/ wosing gati
a) Ancase/tujuane
b) Kaperluan
c) Pangajab
d) Panuwun
3. Panutup
a) Nyuwun pangapura
b) Sesanti
c) Salam panutup
CONTONE SESORAH PAWIWAHAN AQIQAHAN:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para pepundhen, sesepuh, pinisepuh ingkang dahat kinormatan. Sedaya para tamu, kakung saha putri ingkang satuhu kinormatan. Ugi sedaya kadang kaneman ingkang saestu kawula tresnani.
Ingkang sepindhah, sumangga kita tansah ngaturaken puji syukur wonten ing ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Agung, ingkang sampun paring kanikmatan ingkang kathah dhumateng kita sedaya. Utaminipun kawilujengan ugi kasarasan, saengga kita saged makempal wonten ing pawiwahan punika kanthi wilujeng, mboten wonten alangan satunggal punapa.
Saderengipun kawula matur, kawula ngaturaken sugeng rawuh dhumateng para tamu, sumangga tansah angrahabi pasugatan, ugi papan palenggahan ingkang sampun sumadyakaken. Kawula ugi nyuwun pangapunten, mbok bilih kula kumawantun matur wonten ing mriki. Kawula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bapa Purwohartono, amiwaha pengtan aqiqah putranipun ingkang nomer tiga,
Kawula minangka talanging basa Bapa Purwohartono mboten badhe matur ingkang kathah dhumateng para tamu. Ing dinten punika Bapa Purwohartono ngawontenaken pengetan aqiqah putranipun ingkang kaparingan asma Hartono Tri Wibowo Arya Jayanta. Mbok bilih ing dinten punika jangkep selapan dinten. Awit saking punika, kinanthenan panyuwunan mugi-mugi putra punika dados putra ingkang sholeh, tansah dipunparingi kawilujengan, lan tansah migunani tumrap kulawarga, nagara, agama, lan utaminipun tansah ngabekti marang tiyang sepuhipun kekalih. Mugi-mugi do’a kula panjenengan sami tansah dipun ijabahi Allah swt.
Kawula ngaturaken panuwun dhumateng para tamu ingkang sampun angrawuhi pawiwahan punika. Kawula ugi nyuwunaken pangapunten mbok menawi Bapa Purwohartono mboten saged paring pasugatan ugi papan panggenan ingkang pantes dhumateng para tamu. Semanten ugi kawula, mbok menawi anggen kula matur wonten klenta-klentunipun atur, ugi wonten basa ingkang mboten rena ing penggalih para tamu, kawula naming saged nyuwun agunging samodra panaksami.
Cekap mekaten atur kawula, katutup kanthi satunggaling parikan. Kupat lawuhe tela, menawi lepat nyuwun pangapura.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)
profil.Qu
- Agus Tri Wibowo
- Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia
follOWerrs
Categories
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)
Archive
-
▼
2010
(23)
-
▼
Desember
(13)
- Selamat Datang 2011
- Kita Tetap Menang
- Tegakkan Kepalamu, Garudaku!!!
- Pemain Pri-bumi Tetap Fantastis
- Kenikmatan Amal Shalih, dan Kenikmatan Dunia
- Adab Ketika Akan Mengikuti Sholat Berjama’ah di Ma...
- Perbedaan Bukan Harus Perpecahan
- Ancient Greeks
- JOGGING
- Demam Naturalisasi
- Jadi Pemuda yang Produktif
- PENGETAHUAN ISLAM
- SESORAH
-
▼
Desember
(13)
Labels
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)