PMR merupakan kepanjangan dari Palang Merah Remaja, yaitu suatu organisasi yang bergerak di bidang kepalang merahan, atau kemanusiaan. Anak-anak remaja sekarang perlu mendapatkan pendidikan tentang kemanusiaan. Karena bagaimanapun juga, sikap kemanusiaan diperlukan pada saat kita berhadapan dengan orang lain.Seperti, menolong orang yang mengalami patah tulang, menanggulangi terjadinya bencana alam, menolong orang yang jatuh, dan masih banyak lagi. Hal ini penting, dan sangat bermanfaat, baik bagi diri kita, maupun orang lain.
Kegiatan PMR telah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di ESPERO Klaten. Kegiatan ini diadakan setiap hari Senin, yang dimulai dari dari jam 14.30, dan berakhir jam 16.30. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menanamkan jiwa kemanusiaan pada siswa, serta memberikan pengetahuan tentang kapalangmerahan kepada para siswa. Dalam kegiatan PMR, akan diajarkan tentang kemanusiaan, seperti menolng korban gempa, bahkan cara memasang sprei dengan baikpun juga akan diajarkan di PMR.
Waktu sekitar 2 jam yang digunakan untuk 1 kali pertemuan PMR, biasanya digunakan untuk menerangkan materi kepalangmerahan, serta menjelaskannya, games, dan kegiatan-kegiatan lain, seperti sesi debat, dan outbond.
Materi dalam PMR disampaikan secara “santai”, sehingga siswa tidak merasa tegang. Dalam penyampaian materi, PMR ESPERO sering mendatangkan langsung narasumber dari PMI. Hal ini bertujuan agar siswa lebih jelas dalam menerima materi kepalangmerahan, karena disampaikan secara langsung oleh pakarnya.
Secara umum, materi dalam PMR dibagi menjadi 3, yaitu PP(Pertolongan Pertama), PK(Perawatan Keluarga), dan PRS(Perawatan Remaja Sebaya).Setiap selesai dalam penyampaian beberapa materi, akan diadakan evaluasi bagi para siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan.
Setiap bulannya, diadakan pemilihan siswa teraktif. Hal ini membuat para siswa termotivasi untuk menjadi “siswa teraktif”. Penilaiannya berdasarkan keaktifan siswa dalam kegiatan PMR, seperti :menjawab pertanyaan, menyampaikan opininya, serta yang paling penting adalah keaktifannya dalam beradu pendapat/debat (sesi ini juga terdapat dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR).
Selain pemilihan siswa teraktif, setiap tahunnya juga diadakan “diklat”, pendidikan dan latihan. Yaitu suatu kegiatan seperti perkemahan, yang diadakan di sekolah, yang bertujuan mengevaluasi seluruh materi kepalangmerahan yang telah disampaikan, serta sebagai ajang untuk “menyeleksi” para siswa untuk menjadi kader PMR ESPERO. Diklat diadakan setiap akhir tahun ajaran PMR. Selain kegiatan-kegiatan itu, masih ada kegiatan lain yang diadakan PMR ESPERO, yang tentunya tak kalah menarik dengan kegiatan lain.
Bagi para siswa yang ingin mengasah jiwa kemanusiaannya, serta menambah pengetahuan tentang kepalangmerahan, gabung aja dengan PMR ESPERO. Dijamin seru, dan pastinya akan menadapatkan wawasan tentang kepalangmerahan…
PMR madya espero, bikin gregetan lho…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar