Hosting Your Business Can Count On - GoDaddy.com

Senin, 14 Februari 2011

MENCONTOH MASYARAKAT DESA

Adalah sebuah tempat di daerah terpencil, yang kekurangan air, jauh dari kemajuan, dan serba tertinggal. Mungkin itulah pikiran yang ada dalam benak seseorang ketika mendengar kata “desa”. Itu menurut sebagian besar orang saja.

Coba mulai sekarang kita ubah pengertian desa menjadi suatu tempat yang luas, indah, kaya akan sumber daya alam, yang lengkap dengan udara segarnya. Sebenarnya itulah pengertian desa yang benar(karna sya orang desa hhe..). Berbeda dengan pendapat masyarakat pada umumnya, yang lebih suka tinggal di perkotaan daripada di pedesaan, menurut saya desa adalah tempat yang nyaman untuk ditempati.

Sudah saatnya kita bersikap seperti masyarakat desa (bagi yang belumm). Apa yang perlu dicontoh dari masyarakat desa??? Buanyaak sekali hal yang harus kita pelajari dari masyarakat desa. Yang pertama berkaitan dengan kekerabatan. Di kota, jarang sekali kita bergaul dengan tetangga kita setiap hari. Jangankan bergaul, bertemu saja jarang.Orang-orang kota cenderung mengutamakan pekerjaan mereka masing-masing, atau menyibukkan diri mereka untuk pergi ke suatu tempat, daripada berkunjung ke rumah tetangganya. Lebih-lebih bagi orang kaya, yang status sosialnya tinggi. Mereka seolah-olah bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Tak mau berbaur dengan orang yang status sosialnya lebih rendah (takut turun derajatnyaa kale:p>*%)(jangan marah, tidak smua orang kota kaya gini). Lain kota, lain pula desa. Di desa, kehidupan masyarakatnya sangat rapat, atau saling pengertian antara satu dengan yang lain. Setiap hari jarang tidak ketemu dengan tetangga, meskipun hanya sebentar. Meskipun jarak rumah agak jauh, masyarakat desa cenderung “berani” mengorbankan waktunya untuk saling berkunjung ke rumah tetangganya, meskipun hanya untuk bermain (tak peduli tua atau muda). Hal inilah yang membuat orang-orang desa mempunyai jiwa dan perasaan yang lebih peka, dan halus terhadap orang lain. Hal ini akan memunculkan solidaritas yang tinggi di antara masyarakat.

Yang kedua adalah pola hidup yang sederhana. Masyarakat desa cenderung hidup dengan cara yang sederhana . EEIttzz..sederhana bukan berarti tak mampu lho..Masyarakat yang sederhana ialah masyarakat yang mampu memanfaatkan potensi yang ada dalam dirinya untuk menghadapi kehidupan yang serba “mewah” saat ini. Misalnya jika ada orang desa yang kaya, mereka cenderung hidup seperti masyarakat lainnya, dan mengutamakan berbagi kepada tetangganya, daripada untuk bersenang-senang dengan keluarganya. Hal ini tentu jauuuh dari masyarakat kota yang cenderung untuk hidup bermewah-mewahan.

Yang ketiga adalah perhatian dan kebersamaan yang tinggi. Di desa, rasa perhatian terhadap tetangga sangatlah tinggi. Hal ini dikarenakan “saking” dekatnya mereka terhadap tetangga. Bahkan sampai ada yang tahu seluruh jadwal kegiatan kita dalam sehari. Misalnya jam 8 pagi kita masih sekolah, jam 2 baru pulang sekolah, lalu jam 4 sore kita les, dan masih banyak lagi. Hal ini yang membuat seseorang yang mencari orang lain di desa lebih mudah, saat orang yang dicari sedang tidak ada di rumah. Karena biasanya tetangga yang berada di sekitar kita memberitahu dimana kita sedang berada, saat orang lain datang ke rumah kita. Selain perhatian, ada juga
kebersamaan. Di desa, orang-orangnya cenderung untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bersama-sama. Misalnya kerja bakti untuk membersihkan jalan. Selain itu, ada juga kebiasaan untuk berbagi di saat orang sedang memasak misalnya. Pasti tetangga sebelahnya “kecipratan” hasil masakannya, meskipun sedikit (namanya aj kecipratan).
Sebenarnya masih banyak lagi sesuatu yang harus kita pelajari dari masyarakat desa. Tetapi intinya adalah ketiga hal yang telah saya sebutkan tadi. Masyarakat desa adalah masyarakat yang mampu memaksimalkan potensinya dengan segala kesederhanaannya, dilandasi dengan kepedulian terhadap sesama. Mari kita contoh perilaku masyarakat desa untuk membawa Negara kita ini pada kemajuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

profil.Qu

Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia

follOWerrs