Saat ini perangkat lunak presentasi telah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu media pendukung dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Aplikasi yang sering digunakan yaitu Ms. Power Point. Perangkat lunak aplikasi ini memang dapat menyajikan tampilan menarik untuk presentasi. Selain tampilannya yang menarik, pengoperasiannyapun juga tidak begitu rumit.
Hal ini menjadikan ppt (ms.Power Point) sering digunakan untuk membantu dalam kegiatan belajar di sekolah. Ppt bisa digunakan untuk membantu mempresentasikan materi pelajaran, baik bagi guru maupun siswa. Di berbagai sekolah telah menerapkan “model” pembuatan tugas dengan memanfaatkan ppt. Hal ini tentu akan mempermudah siswa dalam mengerjakannya, karena para siswa tinggal “memainkan” kreativitas mereka dalam mengerjakan tugas dengan Power Point. Selain siswa, guru juga mendapat keuntungan. Guru tidak perlu membawa tumpukan kertas hasil kerja siswanya, tetapi tinggal bawa barang kecil bernama “flashdisk” untuk mengcopy hasil kerja siswa yang telah dibuat dengan memanfaatkan ppt. Selain itu, pemanfaatan ppt sebagai media dalam penyampaian materi pelajaran juga membuat siswa tidak cepat merasa bosan.
Namun, dibalik segala kelebihan ada juga kekurangan. Kita harus memanfaatkan ppt secara bijak. Memanfaatkan ppt sebagai media penyampaian materi pelajaran bisa menyebabkan seorang siswa menjadi pasif, atau “tak banyak bicara”. Artinya, jika siswa disuruh untuk mempresentasikan hasil kerjanya, maka kebanyakan siswa hanya terpaku dengan membaca slide powerpoint yang telah dibuatnya. Hal ini cenderung mematikan kreativitas, dan keaktifan siswa dalam menyampaikan sesuatu secara lisan. Karena jika siswa hanya membaca slidenya saja, maka siswa tidak akan mempunyai kecakapan dalam hal “berbicara”, yang sangat diperlukan ketika kelak akan memasuki dunia kerja.
Bahkan kebanyakan siswa salah dalam memafaatkan Power Point. Power Point hanya dijadikan tempat copy-paste materi yang ada di buku, atau internet saja, sehingga apa yang ada di buku, atau internet ditulis semua dalam slide Power Point. Hal ini akan membuat pendengar merasa bosan, karena mereka sudah pernah membacanya di buku, atau internet, dan cenderung tidak memperhatikan apa yang dipresentasikan.
Seharusnya yang ditulis dalam slide hanya beberapa point-pointnya saja. Namanya saja Power Point, maka yang seharusnya ditampilkan dalam powerpoint hanya inti-intinya saja, sehingga uraiannya yang begitu panjang tidak perlu ditulis, melainkan harus disampaikan secara lisan berdasarkan pemikiran siswa yang mempresentasikan sendiri. Hal ini harus diterapkan mulai sekarang. Seorang siswa yang akan mempresentasikan hasil kerjanya dengan Power Point harus tetap aktif “berbicara” meskipun apa yang akan dibicarakan telah tertulis dalam slide yang telah dibuatnya.
Dengan begitu, manfaat powerpoint “yang sebenarnya” baru dapat dirasakan. Sehingga powerpoint mampu dijadikan sebagai media pendukung dalam belajar secara maksimal, dengan tanpa meninggalkan peran guru, serta tanpa mematikan kreatifitas dan kecakapan siswa dalam “berbicara”. Mulai sekarang manfaatkan powerpoint dengan bijak!!!
Senin, 09 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
profil.Qu
- Agus Tri Wibowo
- Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia
follOWerrs
Categories
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)
Archive
Labels
- artikel bola (7)
- artikel pendidikan (1)
- free artikel (4)
- ISLAM (3)
- Just for Indonesia (7)
- MU (1)
- PMR (1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar