Hosting Your Business Can Count On - GoDaddy.com

Selasa, 21 Desember 2010

Jadi Pemuda yang Produktif

Pemuda adalah seseorang yang berada pada usia muda. Itulah gambaran seorang pemuda. Tetapi dengan usianya yang muda, seorang pemuda diibaratkan sebagai tulang punggung suatu masyarakat, atau bahkan negara. Hal ini dikarenakan kemampuan pemuda dalam mengolah pikirannya masih bisa dibilang baik, sehingga kreativitas selalu muncul dari kalangan pemuda. Tak hanya sekadar kreativitas, tetapi biasanya menu, atau program yang direncanakan suatu kelompok pemuda juga terbilang menarik. Misalnya saja, sekarang banyak daerah yang dipimpin oleh seorang yang masih berada dalam usia muda, meskipun tidak terlalu muda. Hasilnya, daerah yang dipimpin juga menunjukkan progress yang baik, baik dalam bidang pariwisata, politik, dan bidang yang lain.
Selain menjadi tulang punggung negara, terkadang pemuda juga bisa menjadi “beban” suatu negaara. Tidak lain hal ini diakibatkan banyaknya pemuda yang hanya menjadi pengangguran setelah menyelesaikan sekolahnya. Salah satu faktor yang menyebabkan mereka hanya menganggur yaitu sifat alamiah manusia, yaitu malas. Setiap orang pasti memiliki sifat malas, tetapi ada kalanya seseorang itu memaksakan sifat malasnya untuk berfikir lebih kreatif, guna merancang kehidupan di masa yang akan datang.

Lantas, bagaimana cara mengatasi pemuda yang hanya menjadi “beban” negara, agar mampu menjadi pemuda yang mampu memajukan negaranya? Caranya mudah. Ya, sejak dini, pemuda harus diajarkan cara untuk “menghasilkan” sesuatu, sehingga pemuda tidak dianggap hanya sebagai “pengemis”, yang selalu meminta-minta kepada orang yang lebih tua. Hal ini sering terjadi di masyarakat. Apalagi akhir-akhir ini sering terjadi bencana, sehigga banyak organisasi pemuda yang secara spontan melakukan aksi penggalangan dana dengan berbagai cara. Banyak pemuda yang meminta sumbangan dana, hanya dengan bermodal “kardus” bertuliskan “untuk korban gempa, banjir, dan lain sebagainya”. Ada juga yang melakukannya dengan mengamen di jalan, atau di tempat makan guna mengumpulkan dana untuk membantu sesama manusia. Hal ini tidak salah, namun alangkah lebih baik apabila penggalangan dana ini dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif. Bagaimanapun, seorang pemuda dituntut untuk kreatif. Misalnya saja melakukan pengumpulan barang bekas, atau rongsokan, kemudian setelah terkumpul menjualnya ke tempat penjualan barang rongsok. Hal ini akan lebih bermanfaat bila dibandingkan hanya dengan mengamen atau dengan berdiri di traffic light dengan membawa kotak, atau kardus.

Penggalangan dana seperti ini mempunyai 3 manfaat sekaligus. Yang pertama, masyarakat yang memberikan barang bekasnya akan merasa senang, karena secara otomatis akan mengurangi barang –barang yang tidak berguna di rumahnya, sehingga rumahnya lebih bersih. Yang kedua, Kita akan mendapatkan dana untuk membantu korban bencana, sekaligus merupakan sebuah kebaikan bagi kita. Manfaat yang ketiga yaitu, korban akan merasa terbantu dengan bantuan dana yang telah kita berikan. Tak hanya itu, langkah ini juga dapat membuat suatu organisasi pemuda itu lebih dihormati.
Jika di akhir tahun seperti ini, suatu organisasi membutuhkan dana untuk suatu acara, dapat dilakukan dengan cara yang kreatif pula. Misalnya, dengan mencetak suatu kalender yang berhubungan dengan organisasi itu, kemudian menawarkannya kepada masyarakat, sehingga hasil penjualan mampu dimanfaatkan.
Hal semacam ini hanya sebagian contoh cara menciptakan pemuda yang produktif, sekaligus kreatif, sehingga pandangan masyarakat mengenai pemuda sebagai tulang punggung negara dapat terealisasi, dan bukan angin segar belaka.
Untuk itu, marilah sebagai pemuda kita tingkatkan produktivitas dan kreatifitas kita, sehingga mampu digunkan untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang, sekaligus mampu menjadi tumpuan Negara yang benar-benar kuat, sehingga mampu mengatasi pengangguran di negara kita, dan siap membawa negara kita bersaing di era global.

So, let’s become productive teenagers!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

profil.Qu

Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia

follOWerrs