Hosting Your Business Can Count On - GoDaddy.com

Jumat, 31 Desember 2010

Tegakkan Kepalamu, Garudaku!!!

Perjalanan timnas Indonesia di piala AFF 2010 selesai sudah. Meskipun diakhiri dengan mengalahkan Malaysia 2-1 di SUGBK di partai puncak, timnas gagal menjadi kampiun piala AFF putaran ke-8 ini. Timnas kalah agregat 4-2 dari negeri tetangga, setelah kalah 0-3 ketika bermain di Bukit Jalil, Malaysia. Dan hanya mampu mengalahkan Malaysia 2-1 di Gelora Bung Karno.

Timnas harus puas menjadi runner-up untuk ke empat kalinya, setelah tahun 2000, 2002, dan 2004 juga menjadi runner-up. Sebenarnya, seluruh masyarakat Indonesia sudah yakin timnas akan menjadi kampiun, mengingat penampilan fantastis mereka selama fase grup, perempat final, hingga semifinal. Semua kemenangan berhasil diborong timnas di babak itu. Tetapi, di partai final putaran pertama, timnas Indonesia harus mengakui keunggulan 3-0 negeri tetangga. Hal ini membuat langkah timnas untuk menjadi juara cukup berat, pasalnya timnas harus bias mencetak 4 gol tanpa balas di putaran kedua, yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Ketika bermain di Jakarta, timnas yakin bias mengalahkan Malaysia dengan skor telak, karena di pertemuan fase grup, timnas berhasil membmembombardir gawang Malaysia dengan 5 gol, dan hanya kebobolan 1 gol. Harapan itu muncul sejak peluit tanda pertandingan dimulai ditiupkan. Sejak awal timnas mampu menguasai pertandingan. Hampir 70% bola dipegang pemain Indonesia. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat timnas harus puas bermain tanpa gol di babak pertama. Di tambah lagi dengan kegagalan Firman Utina dalam mengeksekusi penalty di menit 17, setelah pemain Malaysia, Sabre terbukti menyentuh bola dengan tangan di kotak pinalti. Penampilan cemerlang kipper Khairul Fahmi membuat frustasi pemain timnas, karena sejak awal pertandingan beberapa tendangan pemain timnas mampu digagalkan olehnya

Di babak kedua, timnas tampil lebih agresiv, tetapi tetap tidak bisa menjebol pertahanan Malaysia yang memilih bermain bertahan, dengan menumpuk banyak pemain di lini belakang. Sial bagi Indonesia, keasyikan menyerang membuat mereka lengah dalam bertahan. Striker andalan Malaysia, Safee Mohd Sali berhasil memperdaya Markus Haris Maulana melalui serangan balik cepatnya di menit ke-54.
Kontan saja, semangat timnas agak berkurang, karena harus mencetak 5 gol di sisa waktu babak kedua. Timnas tetap tampil menyerang. Alhasil, di menit 72, M. Nasuha berhasil menyamakan kedudukan, serta di menit ke-88 Muhammad Ridwan berhasil mencetak gol melalui tendangan kaki kirinya, yang terlebih dulu menyentuh kepala pemain belakang Malaysia. Namun, 2 gol ini tidak cukup untuk membawa timnas menjadi juara di turnamen kali ini. Penampilan apik timnas yang terbilang telat gagal membuat timnas juara.

Tentu saja hal ini membuat kecewa seluruh masyarakat Indonesia, bahkan timnas sendiri. Karena mereka telah lama menantikan gelar juara AFF, yang belum pernah diraih sama sekali. Seluruh rakyat Indonesia harus rela memberikan penghormatan kepada negeri tetangga, yang notabene menjadi musuh bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Meskipun gagal juara, kita harus tetap bangga kepada timnas kita, karena mereka telah memberikan yang terbaik terhadap Indonesia. Mereka telah tampil habis-habisan demi Indonesia. Penampilan apik sepanjang turnamen ini membuat timnas terus disorot layaknya selebriti papan atas. Seluruh masyarakat Indonesia telah menunjukkan kecintaan kepada timnas Indonesia. Hal ini terbukti dengan semangat mereka untuk mendukung Tim Garuda di partai puncak tetap tinggi, meskipun di pertemuan pertama kalah 0-3. Kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Apapun hasilnya, kita harus terima dengan lapang dada. Finally, tetap tegakkan kepalamu Garudaku, let’s reach the dream by win the next trophy.

1 komentar:

profil.Qu

Klaten ae.., Jawa Tengah, Indonesia

follOWerrs